Teh Utk Kesehatan

June 19th, 2009

http://dinkes.banjarbarukota.go.id

Manfaat Teh

Manfaat teh antara lain adalah sebagai antioksidan, memperbaiki sel-sel yang rusak, menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, mengurangi kolesterol dalam darah, melancarkan sirkulasi darah. Maka, tidak heran bila minuman ini disebut-sebut sebagai minuman kaya manfaat.

Zat dalam Secangkir Teh yang Bermanfaat

Karena itu selain sebagai minuman ringan, teh juga dapat digunakan sebagai terapi untuk kesehatan. Jika kita meminum secangkir teh, maka kita setidaknya tahu apa saja zat terbaik yang ada di dalam secangkir teh yang kita minum. Zat apa saja yang terdapat dalam teh sehingga membuatnya dikenal sebagai minuman kaya manfaat? Berikut ini beberapa zat utama yang bermanfaat yang terdapat di dalam secangkir teh.

Polifenol

Polifenol pada teh berupa katekin dan flavanol. Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh juga ampuh mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Radikal bebas ada di tubuh kita karena lingkungan udara yang tercemar polusi dan juga dari makanan yang kita makan.

Vitamin E

Dalam satu cangkir teh mengandung vitamin E sebanyak sekitar 100-200 IU yang merupakan kebutuhan satu hari bagi tubuh manusia. Jumlah ini berfungsi menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit menjadi halus.

Vitamin C

Vitamin ini berfungsi sebagai imunitas atau daya tahan bagi tubuh manusia. Selain itu vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang diperlukan untuk ketahanan tubuh manusia terhadap penyakit.

Vitamin A

Vitamin A yang ada pada teh berbentuk betakaroten merupakan vitamin yang diperlukan tubuh dapat tercukupi.

Jenis Teh

Zat-zat yang terdapat dalam teh sangat mudah teroksidasi. Bila daun teh terkena sinar matahari, maka proses oksidasi pun terjadi. Adapun jenis teh yang umumnya dikenal dalam masyarakat adalah teh hijau, teh Oolong (misalnya teh Jawa Oolung/Ulung), teh hitam dan teh putih. Teh hijau memiliki kandungan yang paling baik karena dalam proses pembuatannya, teh jenis ini tidak dikeringkan dengan menggunakan sinar matahari tetapi menggunakan teknik pengeringan secara khusus. Sedangkan teh jenis lainnya diproses dengan cara fermentasi.

Zat dalam Teh yang Kurang Baik

Selain manfaat teh, ada juga zat yang terkandung dalam teh yang berakibat kurang baik untuk tubuh. Zat itu adalah kafein. Kafein pada teh (tehine) dapat menyebabkan proses penyerapan makanan menjadi terhambat. Batas aman untuk mengkonsumsi kafein dalam sehari adalah 750 mg/hari atau setara dengan 5 cangkir teh berukuran 200 ml.

Patut Dihindari saat Minum Teh

Ada pula yang harus Anda perhatikan saat Anda minum teh agar zat yang berguna dalam tubuh tidak hilang, antara lain:

  • Jangan minum teh saat atau sesudah makan kerena zat yang terkandung dalam makanan dapat dicuri oleh zat stimulan teh.
  • Jangan minum teh saat perut kosong sebab dapat meningkatkan produksi asam lambung.
  • Hindari minum teh dicampur dengan gula karena menyebabkan zat-zat yang dikandungnya menjadi berkurang.
  • Jangan minum teh yang sudah semalaman karena sudah banyak zat nya yang teroksidasi dan basi sehingga berdampak tidak baik untuk tubuh.
  • Hindari minum teh saat hamil dan menyusui. Karena kafein dan zat stimulan pada teh bisa merangsang kontraksi rahim. Selain itu untuk ibu menyusui akan mengganggu produksi kelenjar penghasil susu ibu atau ASI.

zani Uncategorized

Alpukat Buah Serbaguna dan Kaya Manfaat

June 19th, 2009

http://dinkes.banjarbarukota.go.id

Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan coklat, jagung dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah alpukat atau avokad mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.

Manfaat Alpukat

Hampir setiap bagian dari pohon alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar. Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.

Dalam bidang kecantikan, buah alpukat juga sering digunakan sebagai masker wajah. Buah ini dianggap mampu membuat kulit lebih kencang. Buah alpukat juga bermanfaat untuk perawatan rambut misalnya sewaktu melakukan creambath.

Selain itu, sebagai buah, alpukat juga tentu bisa dinikmati sebagai hidangan yang lezat. Berbagai hidangan disajikan dengan menambah alpukat sebagai bagian dari hidangan tersebut.

Zat Kaya Manfaat dalam Alpukat

Alpukat atau avokad memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Alpukat atau avokad setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.

Selain itu alpukat mengandung lemak yang cukup tinggi. Namun jangan takut karena lemak pada alpukat mirip dengan lemak pada minyak zaitun yang sangat sehat. Lemak yang dikandung dalam alpukat adalah lemak tak jenuh yang berdampak positif dalam tubuh. Lemak pada alpukat juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.

Berikut ini penjelasan beberapa zat dalam alpukat atau avokad yang bermanfaat bagi tubuh kita:

· Vitamin E dan vitamin A

Vitamin E dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.

· Potasium atau Kalium

Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.

· Lemak tak jenuh

Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.

· Asam oleat

Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.

· Vitamin B6

Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan.

· Zat Besi dan Tembaga

Zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.

· Mineral Mangaan dan Seng

Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga.

zani Uncategorized

Flu Babi

June 12th, 2009

Pandemi Flu Babi
Jangan Berciuman & Bersalaman!
Rita Uli Hutapea – detikNews

http://www.detiknews.com/read/2009/06/12/100339/1146682/10/jangan-berciuman-bersalaman

Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan pandemi flu H1N1 (flu babi). Ini merupakan pandemi flu pertama dalam waktu 41 tahun. Mau tak mau pandemi itu mengubah sebagian cara hidup sehari-hari.

WHO menganjurkan sejumlah cara mudah untuk mencegah penyebaran virus flu H1N1. Di antaranya, jangan berciuman, hindari jabatan tangan, tutupi mulut saat batuk atau bersin dan sering-seringlah mencuci tangan.

Menurut WHO, cara-cara itu merupakan langkah pencegahan biasa. “Anda tak perlu mengenakan masker wajah jika Anda tidak sakit,” kata juru bicara WHO seperti dilansir kantor berita AFP , Jumat (12/6/2009).

“Lakukan pencegahan normal yang biasa Anda lakukan untuk flu musiman atau flu biasa,” imbuh juru bicara tersebut.

Dirjen WHO Margaret Chan bahkan mengimbau seluruh stafnya beserta staf PBB di Jenewa untuk menghindari ciuman, pelukan juga jabatan tangan. Tujuannya, untuk mengurangi risiko penularan flu H1N1.

“Tapi itu tidak berlaku untuk pertemuan para diplomat,” kata juru bicara PBB di Jenewa.

“Jangan batuk di depan wajah orang. Tutupi mulut Anda dengan memakai tisu atau lengan baju Anda,” tutur Pjs Wakil Dirjen PBB Keiji Fukuda.

zani Uncategorized

Vaksin Meningitis

June 12th, 2009

Kandung Enzim Babi
BPOM:  Vaksin Meningitis Aman untuk Kesehatan

Ari Saputra – detikNews

http://www.detiknews.com/read/2009/06/11/131913/1146197/10/bpom-vaksin-meningitis-aman-untuk-kesehatan

Jakarta – Pengganti enzim babi dalam vaksin meningitis masih dicari. Namun setelah diproses, vaksin itu dinyatakan telah bebas dari enzim babi.

“Secara kesehatan aman, tidak masalah. Karena, prosesnya sudah steril. Tetapi kalau MUI kan memeriksa kandungan enzim babinya. Kita hargai fatwa MUI. Kompetensi saya bukan haram atau halal. Tetapi sehat atau tidak, perlu atau tidak perlu,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Husniah Rubiana, di kantornya, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2009).

Husniah mengatakan, bahan baku vaksin meningitis mengandung enzim babi. Lalu diproses dan difilter sehingga hilang unsur babinya.

Menurut dia, penelitian masih mencari pengganti enzim babi dan belum ketemu. Malaysia dan negara muslim lain masih mencari tetapi belum menemui enzim lain yang tidak mengandung enzim babi.

“Tidak ada opsi lain. Pada produk akhir tidak bersentuhan dan sudah tidak mengandung unsur babi lagi. Persoalannya, Arab mengharuskan semua jamaah haji divaksin meningitis,” ujar perempuan berkacamata itu.

Sejauh ini, lanjut dia, hanya 20 negara yang mampu memproduksi vaksin, salahsatunya Indonesia seperti memproduksi vaksin Campak, Polio, Hepatitis.

zani Uncategorized

Budaya Banjar

June 11th, 2009

Papadah Urang Tuha Bahari: Sebuah Warisan Budaya Banjar

Oleh: Ahmad Fajar Kausar

Dalam Radar Banjarmasin Online News

Tulisan ini diangkat sebagai sebuah bentuk kepedulian penulis sebagai Urang Banjar dalam menyikapi upaya pewarisan budaya Banjar itu sendiri. Ada kebanggaan terhadap budaya yang dimiliki tanah kelahiran penulis, meski kecil namun berarti. Sebab bagaimanapun juga budaya Banjar adalah sebuah eksistensi yang mempunyai identitas bentuk dan rupa. Pergeseran budaya memang tak terhindari lagi, nilai-nilai konservatif mulai bergeser ke arah modernitas dalam ruang lingkup pluralitas ide dan lingkungan sosial. Dan kali ini ijinkan penulis menuangkan ide untuk mengangkat sebuah peristiwa budaya yang terjadi dalam masyarakat Banjar di mana peranan sebuah Papadah Urang Tuha Bahari mampu mempengaruhi etos hidup masyarakat Banjar dalam mengatur norma-norma kehidupan.

Penulis mencoba menelaah peristiwa yang terjadi pada pemakaian Papadah Urang Tuha Bahari pada masa sekarang, dimana masyarakat Banjar sendiri pun cenderung secara perlahan tidak menggunakannya lagi. Apa yang terjadi pada konstruksi budaya masyarakat Banjar itu sendiri? Mengapa Papadah Urang Tuha Bahari seakan terlupakan begitu saja sehingga terkesan tidak lagi menjadi sebuah peranan yang berpengaruh dalam etos hidup masyarakat Banjar? Sebab kita mengetahui Papadah Urang Tuha Bahari merupakan sebuah warisan budaya yang ditinggalkan oleh Urang Tuha Bahari sebagai ciri kekuatan budaya Banjar itu sendiri, sebab di dalamnya terkandung sugesti religiusitas, perbendaharaan tata bahasa, nasihat filosofis, etika perilaku, tatanan nilai dan norma bagi masyarakat Banjar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dan jika dibiarkan terus terdegradasi bukan tidak mungkin Papadah Urang Tuha Bahari akan terkikis oleh keberadaan filosofis budaya lain, dan bukan tidak mungkin akan kehilangan identitasnya sebagai sebuah kebudayaan, dan jika sudah terjadi mau dikemanakan arah Generasi Urang Banjar berikutnya untuk melangsungkan etos hidup masyarakat Banjar dan hanya menjadi pajangan nama pada deretan kekayaan budaya nasional, sebagaimana nasib Rumah Banjar di TMII, Jakarta. Biar bagus tapi kada diherani urang!

Sebagai ancar-ancarnya penulis mencoba mengangkat realitas di lapangan, coba tanyakanlah makna “Anting-anting gagat, baik ganting pada pagat” kepada para siswa-siswi SLTP atau SMA, atau kalau perlu kepada mahasiswa-mahasiswi yang memang benar-benar keturunan Urang Banjar asli, sebagian besar hanya menggeleng kepala tanda tak tahu, jikalaupun tahu, maka itu pernah saya tanyakan kepada rekan-rekan penggiat-penggiat kesenian tradisional Banjar yang telah “dicekoki” Papadah Urang Tuha Bahari semenjak dari kecil dan sebagian lagi dari rekan-rekan yang berasal dari Banua Lima, yang dimana Nini Padatuan-nya cangkal mewariskan nilai-nilai budaya Banjar sebagai sebuah kekuatan identitas diri dan filosofi sebuah kebudayaan.

Apalagi jika diajukan pertanyaan untuk mengartikan makna dari papadah-papadah seperti “Susuri buncu tapih saurang”, “Upung mamadahi mayang”, “Mangguyang tungkat takana dahi”, “Banyu diganggam kada titik” dan masih banyak lainnya lagi, kepada para siswa-siswi atau mahasiswa asli keturunan Urang Banjar tersebut. Dari jabaran diatas betapa kondisi tak mengenakkan ini sudah lama berlangsung dalam masyarakat Banjar itu sendiri, siapa yang tidak miris melihatnya. Lalu siapa yang patut disalahkan atas gejala ini? Apakah karena pergeseran budaya pada masyarakat Banjar itu sendiri? Kurang berperannya dunia pendidikan dalam berpartisipasi untuk mewariskan kebudayaan lokal pada generasi muda Urang Banjar yang duduk mengecap wajib belajar 9 tahun? Mati suri-nya kekuatan budaya Banjar dibawah bayang-bayang budaya lain? Apakah Papadah Urang Tuha Bahari hanya digunakan pada upacara protokoler pemerintah daerah saja, atau digunakan pada acara-acara resmi seremonial saja atau disampaikan melalui media cetak dan elektronik saja? Biar dianggap turut berpartisipasi untuk mewariskan budaya yang ada? Sederet pertanyaan ditimbulkan, lalu siapa yang dapat menjawabnya

zani Uncategorized

Beranda

May 12th, 2009

Assalamu’alaikum,, Welcome to KHAIRIR RIZANI Blogs and  Diponegoro Student Blogs.  Melalui media ini kami hadir untuk anda, berbagai sajian informasi  akan ditampilkan semoga apa yang kami sajikan bermanfaat bagi kita semua amiin,, Please,, joint with Us,,,

zani Uncategorized